Digital Versatile Disc
Analisis Kinerja Keuangan Bank Syariah Indonesia Sebelum Dan Sesudah Merger Dengan Menggunakan Metode Camel
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan Bank Syariah Indonesia (BSI) sebelum dan sesudah merger menggunakan metode CAMEL (Capital, Asset, Management, Earnings, Liquidity) pada periode 2010–2024. Latar belakang penelitian ini adalah terbentuknya BSI pada 1 Februari 2021 melalui penggabungan tiga bank syariah milik negara, yaitu PT Bank Syariah Mandiri (BSM), PT Bank BNI Syariah (BNIS), dan PT Bank BRI Syariah (BRIS), sebagai upaya strategis pemerintah untuk memperkuat daya saing perbankan syariah nasional. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan time series. Data bersumber dari laporan keuangan tahunan ketiga bank pra-merger (2010–2020) dan BSI pasca-merger (2021–2024) yang dipublikasikan melalui Bursa Efek Indonesia. Indikator yang dianalisis meliputi Capital Adequacy Ratio (CAR), Return on Assets (ROA), Net Profit Margin (NPM), dan Financing to Deposit Ratio (FDR). Uji normalitas dilakukan dengan metode Shapiro-Wilk dan pengujian hipotesis menggunakan Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CAR meningkat dari 17,79% menjadi 21,19%, ROA meningkat dari 1,07% menjadi 2,10%, dan NPM meningkat signifikan dari 9,28% menjadi 24,72%, sementara total aset tumbuh dari rata-rata Rp42 triliun menjadi Rp333 triliun. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada CAR, ROA, NPM, dan total aset antara periode sebelum dan sesudah merger (sig. < 0,05), sedangkan FDR tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan (sig. = 0,328). Kesimpulan penelitian ini adalah merger BSI terbukti berhasil meningkatkan kinerja keuangan secara signifikan, Kata Kunci: Bank Syariah Indonesia, Merger, CAMEL, Kinerja Keuangan, Perbankan Syariah
| 267203091 | K PS-26091 SOF a | Perpustakaan Pusat (Lantai 3) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
Tidak tersedia versi lain