Digital Versatile Disc
Pemenuhan Nafkah Batin Narapidana Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cirebon Dan Implikasinya Terhadap Keutuhan Rumah Tangga
Perkawinan dalam Islam menuntut terpenuhinya nafkah lahir dan batin sebagai kewajiban suami guna menjaga keharmonisan rumah tangga. Namun, kondisi suami sebagai narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cirebon menimbulkan keterbatasan dalam pemenuhan nafkah batin, khususnya aspek biologis. Situasi ini berpotensi memengaruhi keutuhan rumah tangga dan menimbulkan tekanan psikologis bagi pasangan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pemenuhan nafkah batin narapidana, strategi menjaga komitmen keagamaan, serta implikasinya terhadap keutuhan rumah tangga dalam perspektif Maqāṣid al-Syarī‘ah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan empiris teologis. Jenis penelitian adalah field research yang dilakukan di Lapas Kelas I Cirebon. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta didukung oleh studi kepustakaan. Analisis data dilakukan secara deskriptif analitis dengan mengaitkan temuan empiris dengan hukum keluarga Islam dan konsep Maqāṣid al-Syarī‘ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan nafkah batin narapidana mengalami pergeseran dari aspek fisik ke emosional dan psikologis melalui komunikasi, perhatian, dan komitmen. Strategi menjaga komitmen agama dilakukan melalui aktivitas keagamaan yang meningkatkan kesadaran spiritual. Implikasinya, keutuhan rumah tangga tetap dapat terjaga melalui komunikasi, kepercayaan, dan komitmen, sejalan dengan Maqāṣid al-Syarī‘ah dalam menjaga jiwa dan keturunan. Kata Kunci: Nafkah Batin, Narapidana, Keutuhan Rumah Tangga, Maqāṣid al-Syarī‘ah, Lembaga Pemasyarakatan
| 267202095 | K HK-26095 LUT p | Perpustakaan Pusat (Lantai 3) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
Tidak tersedia versi lain