Digital Versatile Disc
Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Potensi Lokal Melalui Pengolahan Ikan Asin Di Desa Bungko Lor Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon Dalam Perspektif Hukum Ekonomi Syariah.
Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki potensi laut yang sangat besar, salah satunya dimanfaatkan dalam sektor perikanan untuk menunjang perekonomian masyarakat. Desa Bungko Lor di Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, merupakan daerah pesisir yang memanfaatkan hasil laut seperti ikan untuk diolah menjadi ikan asin. Produk ikan asin dari desa ini memiliki keunggulan dari segi rasa dan kesegaran, sehingga digemari konsumen dan berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pengolahan ikan asin menjadi sumber mata pencaharian penting dan membuka peluang kerja bagi warga sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk : pertama, mengetahui bagaimana penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal melalui pengolahan ikan di Desa Bungko Lor Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon. Kedua, ntuk mengetahui kendala dan upaya dalam penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal melalui pengolahan ikan asin. Ketiga, untuk mengetahui Bagaimana perspektif Hukum Ekonomi Syariah mengenai penguatan ekonomi masyarakat melalui pengolahan ikan asin. Pengolahan ikan asin di Desa Bungko Lor memainkan peran penting dalam penguatan ekonomi lokal dengan memanfaatkan potensi laut yang melimpah, meningkatkan pendapatan, menyerap tenaga kerja, dan menciptakan nilai tambah dari hasil tangkapan. Proses pengolahan yang dilakukan secara tradisional meliputi tahapan persiapan, penggaraman, penjemuran, dan pengemasan, yang memanfaatkan bahan baku ikan layang dan garam berkualitas. Namun, masyarakat juga menghadapi kendala seperti keterbatasan modal dan cuaca buruk. Oleh karena itu, penerapan teknologi modern seperti mesin pengasinan, pengasinan dengan larutan garam bertekanan tinggi, dan teknologi pengeringan cepat dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas produk. Dalam perspektif hukum ekonomi syariah, usaha ini mubah dan sesuai prinsip syariah selama bebas dari unsur haram, riba, dan gharar, sehingga dapat mendorong kemandirian ekonomi dan membawa keberkahan jika dijalankan secara halal dan adil.
2507204189 | K EKOS-25189 ADE p | Perpustakaan Pusat (Lantai 3) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
Tidak tersedia versi lain